Home » » Pengalaman Hidup Seorang Mujahid asal Amerika di Abad ke-21

Pengalaman Hidup Seorang Mujahid asal Amerika di Abad ke-21

Written By Ridha Illahi on Rabu, 30 Mei 2012 | 13.15

Artikel di bawah ini merupakan hasil terjemahan dari dokumen di Internet yang diedarkan oleh Al Malahem Media, sebuah sayap media Al Qaidah di Semenanjung Arab.
Artikel ini berisi kata pengantar dari pengelola Al Malahem dan dari seorang Mujahid asal Amerika yang menyeberang ke Yaman. Namanya Samir Khan.
Dokumen ini banyak dimuat di berbagai media Barat, dan menjadi perbincangan hangat di Twitter oleh para pengamat "Terorisme".

KATA PENGANTAR

Impian setiap Muslim adalah untuk bisa bergabung di garis depan medan Jihad. Setiap orang memiliki gambaran sendiri mengenai bagaimana kehidupan di medan Jihad. Gambarannya boleh jadi berbeda bagi satu Muslim dengan yang lainnya, namun gambaran itu tidak akan terlalu jauh berbeda bila dia telah terjun ke dalam kancah Jihad yang sebenarnya. Penulis dokumen ini benar-benar telah bergabung dalam Jihad, ada beberapa hal dalam dokumen ini yang tidak diungkapkan dengan cara tertentu jika penulisnya bukan berasal dari Barat.
Penulis ingin berbagi dengan saudara Muslim lainnya tentang sebuah pengalaman hidup seorang Mujahid di abad ke-21. Saat ini, intensitas perang pemikiran yang menyerang aqidah ummat telah mencapai kondisi kritis, dimana sebagian besar kaum Muslimin tidak mampu dan mau menghargai orang-orang yang berjuang membela prinsip dan kehormatan Islam dan umat Islam.
Dokumen ini menjadi bacaan wajib bagi kaum Muslimin dari Barat, sebab dokumen ini memuat informasi yang sangat berharga untuk memberi pemahaman yang sesuai akan pentingnya peran mereka di medan perang dan memberikan pandangan yang tepat sebagai acuan langkah berikutnya yang akan mereka pilih.
Di Semenanjung Arab, kondisi dan kebiasaan Mujahidin sedikit berbeda dengan apa yang dijelaskan dalam dokumen ini. Hal ini dikarenakan Mujahidin sedang memasuki kota Abyan saat ini, dimana Mujahidin berusaha untuk mengatur kehidupan kaum Muslimin setelah berhasil menerapkan syariat Allah di sebagian wilayah dan propinsi lainnya yang mulai dikuasai – Alhamdulillah Segala puji bagi Allah.
Samir Khan – penulis dokumen ini, telah syahid bersama Syeikh Anwar al-Awlaky yang menjadi sasaran pembunuhan oleh pesawat drone Amerika pada tanggal 30 September 2011. Kami memohon kepada Allah mudah-mudahan Allah menerima semua amal shalih mereka dan buah karyanya bermanfaat bagi ummat.
Al Malahem Media, Musim Semi 2012 M/1433 H

FULL EXPECTATION/SEPENUH HARAPAN
PENDAHULUAN:

Hidup di tengah-tengah para pahlawan Islam di Semenanjung Arab membuatku memahami bagaimana perang gerilya yang dilakukan oleh para Mujahidin. Sebelum benar-benar bergabung dengan perjalanan Jihad ini, aku selalu beranggapan bahwa sebagian besar waktu akan dihabiskan untuk berperang baik perang langsung maupun tidak langsung.
Kenyataan di lapangan tidak selalu demikian. Aku menyadari bahwa hidup bersama Mujahidin merupakan transformasi hidup dan kebiasaan seseorang menuju sesuatu yang selalu mendekat kepada ridho Allah. Dalam catatan yang aku tulis ini, aku hendak berbagi semua pengalaman indah itu.
Samir Z. Khan
KEBERSIHAN
Menjaga kebersihan sepanjang karir jihadi anda bukan dilihat dari banyaknya masalah yang mungkin muncul. Dalam beberapa kondisi mengharuskan anda tinggal di sebuah ruangan atau rumah yang sempit bersama dengan beberapa ikhwan. Untuk menghindari masalah, anda harus berinisiatif untuk membersihkan ruangan dengan teratur secara bergiliran dengan ikhwan lainnya.
Dalam kondisi ideal, terkadang memungkinkan untuk melakukan mandi sehari sekali, namun sering kali hal itu tidak mungkin dilakukan. Cadangan air menjadi satu kendala tersendiri di suatu tempat anda tinggal sementara. Oleh karena itu, anda harus lebih mengutamakan kepentingan sesama daripada diri sendiri. Gunakan air sehemat mungkin.

SELALU BERPINDAH TEMPAT

Sebagian besar waktu akan dihabiskan dalam perjalanan berpindah dari satu markas ke markas lain. Markas tersebar di seluruh wilayah. Beberapa aturan di sebagian besar markas adalah tidak mengijinkan perjalanan ke luar area markas, berbicara dengan suara pelan, menghentikan tembakan, dan tanpa telepon selular. Bahkan dalam beberapa kasus, semua peralatan listrik pun dilarang.
Perjalanan semacam ini dilakukan dalam kelompok kecil Mujahidin, dan ada kalanya dilakukan dengan jumlah yang besar. Saat tinggal di markas, manfaatkanlah waktu anda dengan sebaik-baiknya. Waktu cepat berlalu. Bila anda dapat berbicara dengan bahasa lokal, buat diri anda bermanfaat bagi Mujahidin lainnya. Bila anda sedang tidak bertugas, maka gunakan waktu anda untuk menghafal Quran and melakukan banyak ibadah.

Lamanya tinggal di markas tidak bisa ditentukan, bisa hanya dalam beberapa jam atau bahkan berbulan-bulan. Saya sarankan anda mencoba dan berlatih dahulu di rumah anda, di rumah kawan anda, di hotel atau penginapan, di gunung atau di masjid. Tinggal dengan penduduk lokal selama sepekan atau selama waktu yang anda sanggup bersama teman-teman anda. Jangan pergunakan perangkat elektronik; bahkan telepon selular hanya boleh dipergunakan untuk kondisi darurat. Anda harus tetap bersama penduduk lokal kecuali pada saat darurat saja.
Biasakan untuk membaca buku, menghafal Quran, mengamalkannya, berdzikir lebih lama, memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya bersama kelompok anda, mengerjakan shalat-shalat sunnah, memperpanjang doa, berlatih, belajar manual militer, berlatih gerakan fisik dan teknik militer lainnya, memasak, mencuci pakaian, membersihkan tempat kamu tinggal, dan tetap menjaga kebersihan. Dan juga membiasakan untuk berbicara dengan suara pelan.
Membawa ransum yang cukup, hindari makan berlebihan untuk mencegah sakit perut. Dan yang terpenting, bawa obat-obatan seperlunya seperti untuk sakit kepala, demam, flu, sakit perut dan untuk gigitan serangga.
Melakukan I’tikaf di masjid merupakan cara berlatih terbaik, namun tidak memberikan pengaruh yang besar sebab I’tikaf dilakukan hanya sedikit ikhwan di tempat khusus dimana tidak banyak orang luar datang dan pergi sehari-harinya.

Anda akan menyadari betapa pentingnya waktu luang saat anda menghamburkannya. Jadi manfaatkan waktu luang anda dengan sebaik-baiknya. Setiap hembusan nafas dalam Jihad adalah berkah dari Allah dan bukan dalam aspek yang negatif. Misalnya di Iraq, ada sekelompok Mujahidin yang tetap berada di dalam sebuah rumah selama tiga bulan tanpa melakukan pertempuran sama sekali, meski perang merupakan kejadian harian yang aktif dan berlangsung panas di sana.
Ada pula seorang ikhwan dari Afghanistan yang menceritakan bahwa dia harus tetap tinggal di sana selama satu tahun penuh dengan hanya turut sekali dalam operasi. Semua ini bukan kasus khusus, namun inilah kondisi normal.
Tidak terlibat dalam pertempuran dalam jangka waktu yang lama merupakan hal biasa yang kami lalui. Itulah mengapa saya sarankan kepada ikhwan di Barat untuk melaksanakan Jihad di dalam negerinya sebab dia lebih leluasa untuk memutuskan kapan saat bertempur dan saat diam.
Di tanah Jihad, anda akan menikmati buah kesabaran. Tujuan dari segala bentuk latihan yang anda siapkan, bukan hanya untuk menghadapi situasi di dalam markas Mujahidin, namun lebih kepada kesiapan diri kita berpisah dari kemewahan dunia –dimana kita semua mudah tergoda dengannya.


Next >>>
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja