Ads (728x90)

Kampanye oleh kelompok Muslim Jerman untuk mendistribusikan mushaf Alquran sebagai bagian dari upaya untuk mendidik masyarakat tentang Islam mengundang kemarahan  dari politisi Jerman, surat kabar lokal melaporkan pada hari Rabu, 11 April.

"Jika memungkinkan, tindakan agresif harus dihentikan," kata Günter Krings, wakil ketua  Partai Uni Demokratik Kristen (CDU), partai dimana Kanselir Angela Merkel bernaung kepada koran Die Welt, sebagaimana dilansir oleh situs onislam.net.

Kelompok Islam Salafi "The True Religion" telah meluncurkan kampanye untuk membagikan mushaf terjemahan Alquran untuk warga Jerman secara gratis.

"Kampanye Alquran ke dalam setiap rumah harus dihentikan," kata Krings.

"Langkah kelompok Islam  ini mengancam kebebasan beragama."

Penyelenggara mengatakan inisiatif ini bertujuan untuk mendidik Jerman tentang ajaran Islam.

Kampanye berjudul "Read" ini telah mendistribusikan lebih dari 300.000 mushaf dan terjemahan Alquran.

Ibrahim Abu Nagie, seorang pengkhotbah dari kelompok "The True Religion", telah mendesak semua Muslim Jerman untuk membagikan mushaf Alqur'an kepada tetangga mereka.

"Jika setiap muslim melakukan itu maka dalam waktu setahun kami akan telah memberikan setiap orang di Jerman dengan terjemahan Alqur'an dan mereka tidak akan melabeli kami sebagai teroris atau radikal atau apa pun, ketika mereka membaca kitab Allah," katanya dalam sebuah video tidak bertanggal di situs Web kelompoknya, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Abu Nagie mengatakan tahap pertama kampanye Alquran gratis ini didanai oleh dua orang Turki, dan bahwa ia telah menolak bantuan dana dari organisasi di Bahrain karena mereka ingin "mencantumkan nama mereka" dalam mushaf Alquran tersebut.

Jerman memiliki antara 3,8 hingga 4,3 juta Muslim, atau sekitar 5 persen 82 juta penduduk di Jerman, menurut statistika pemerintah.

Para penentang kegiatan ini mengklaim bahwa kampanye pemberian Alquran ini bertujuan untuk menyebarkan paham radikalisasi di Jerman.

"Kelompok Salafi radikal mengganggu perdamaian agama di negara kita dengan pendekatan agresif mereka," kata Krings.

Benih-benih phobia dan permusuhan terhadap muslim cukup kuat di Jerman, dengan perdebatan sengit mengenai imigrasi Muslim ke negara itu.

Sebuah jajak pendapat terbaru oleh University Munster menemukan bahwa pandangan orang Jerman terhadap Muslim lebih negatif dari tetangga mereka di Eropa.

Harian terkenal Jerman Der Spiegel, telah memperingatkan Agustus lalu bahwa negara ini menjadi tidak toleran terhadap minoritas Muslim. Menurut jajak pendapat nasional 2010 oleh lembaga penelitian Infratest-Dimap, lebih dari sepertiga dari responden lebih memilih "Jerman tanpa Islam."

Posting Komentar

Silahkan berargumen sesuai pemahaman anda, sampaikan dengan santun jangan terlalu persuasif, apalagi provokatif.
Janganlah suka berdebat berkepanjangan yang tidak menggunakan akal seraya mengebiri etika berinteraksi sosial.