Home » » Budjana Setia dengan Wajah-wajah Lama

Budjana Setia dengan Wajah-wajah Lama

Written By Ridha Illahi on Rabu, 13 Juni 2012 | 12.47


JAKARTA, Untuk penampilannya di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (26/1/2012) malam, dalam rangka promosi album solo barunya, Dawai in Paradise, gitaris I Dewa Gede Budjana (48) merangkul pemusik-pemusik yang sudah biasa bekerja bareng dengannya--Sandy Winarta (drum), Shadu Rasjidi (bas), Irsa Destiwi (piano), Saat Syah (suling), dan Jalu Pratidina (perkusi).
"Masih bersama orang-orang yang biasa bekerja sama dengan saya, ada Saat, Irsa, bahkan Shadu, yang ada di setiap album solo saya," kata Budjana, yang juga personel GIGI dan Trisum, dalam perbincangannya dengan Kompas.com di BBJ.
Dengan wajah-wajah lama dalam perjalanan bermusiknya itu, Budjana mengaku bisa kian melebur. "Semakin terbentuk, karena kami sudah sering main (bareng)," kata Budjana lagi.
Album Dawai in Paradise berisi 11 lagu. Delapan lagu berasal dari empat album Budjana yang sebelumnya, yaitu Nusa Damai (1997), Gitarku (2000), Samsara (2003), dan Home (2005). Lagu-lagu lama itu diaransemen ulang dan direkam kembali oleh Budjana. Ia melibatkan sebagian besar pemusik yang ambil bagian dalam rekaman versi terdahulu lagu-lagu lama itu. Sebut saja, Indra Lesmana (keyboard), Bintang Indrianto (bas), dan Peter Erskin (drummer dari AS). "Masih nyambung, dari setiap album lama dimainkan lagi dua lagu. Di album itu (Dawai in Paradise) ada tahunnya, jadi ketahuan periodenya," jelas Budjana, yang juga merupakan pencipta lagu, aranjer, produser musik, hingga produser eksekutif untuk Dawai in Paradise.
Selain itu, ada tiga lagu baru, yaitu "Dawaiku" (dicipta pada 2009). "Gangga" (2010), dan "Masa Kecil" (2011). Sophia Latjuba ambil bagian untuk suara latar dalam "Gangga", sedangkan Deva dan Dawai--dua putra Budjana dan Putu Borrawati, istrinya--ikut memberi voice dalam lagu "Masa Kecil".
Dawai in Paradise memang merupakan album instrumental, yang jumlah pendengarnya tidak sebanyak jumlah pendengar album pop bervokal. Tapi, Budjana juga memilih lagu yang paling mudah menarik minat calon pembeli albumnya itu sebagai lagu pertama dalam albumnya tersebut, seperti umum dilakukan oleh artis musik dengan album bervokal. "Musik instrumental itu kan segmented, mainnya juga jarang. Tapi, saya memasukkan 'Gangga', yang saya cipta saat jalan-jalan di sana (Gangga, India), sebagai track pertamanya," ujarnya.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja