Ads (728x90)


JAKARTA, Kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama di Pandeglang, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah, dinilai sangat memprihatinkan, termasuk oleh vokalis kelompok musik Boomerang, Roy Jeconiah (42). Ia berpendapat, pemerintah kurang tanggap. ”Indonesia merupakan negara hukum sehingga semua warga negara seharusnya tidak main hakim sendiri,” katanya.
Jangan sampai terulang lagi karena keragaman itu indah. Sekarang pemerintah harus mengusut tuntas kasus-kasus yang demikian
-- Roy Jeconiah
Suami Precillya Grace ini berharap keragaman tidak lagi menjadi ajang permusuhan. Sebaliknya, perbedaan menjadi wacana diskusi yang menyenangkan dan positif. ”Jangan sampai terulang lagi karena keragaman itu indah. Sekarang pemerintah harus mengusut tuntas kasus-kasus yang demikian,” ujarnya.
Ayahanda Jozche Immanuel ini pun menyayangkan jatuhnya korban jiwa. Bagi Roy, seluruh rakyat Indonesia berkewajiban meneruskan semangat Sumpah Pemuda yang tercetus pada 28 Oktober 1928 demi kelangsungan bangsa.
Di sela-sela kesibukan bersama Boomerang, Roy mengunjungi beberapa rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (LP). Bersama lima mantan warga binaan Rutan Kelas I Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat, misalnya, Roy membawakan lagu-lagunya di Rutan Cipinang dan Rutan Salemba, Jakarta.
Rencananya, pada 16 Februari 2011 mereka menggelar pentas kecil-kecilan di salah satu LP di Lampung kemudian pada 24 Februari 2011 di LP Tangerang. (BEE)
Sumber :Kompas Cetak
 

Posting Komentar

Silahkan berargumen sesuai pemahaman anda, sampaikan dengan santun jangan terlalu persuasif, apalagi provokatif.
Janganlah suka berdebat berkepanjangan yang tidak menggunakan akal seraya mengebiri etika berinteraksi sosial.