Home » » Setiap Hari Lima Anak Jadi Korban Perang

Setiap Hari Lima Anak Jadi Korban Perang

Written By Ridha Illahi on Rabu, 13 Juni 2012 | 13.07

AFP PHOTO/ SHAH Marai
Ilustrasi: Bangkai mobil bom teronggok di depan Green Village, kompleks permukiman warga asing di Kabul, Afganistan, Rabu (2/5/2012).



Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu (13/6/2012) ini, di Kabul, Afganistan, menyatakan, 1.756 anak tewas atau terluka dalam perang Afganistan pada tahun 2011. Dengan jumlah itu, berarti setiap hari rata-rata lima anak tewas atau terluka.
Jumlah korban anak-anak itu lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2010, yaitu 1.396 anak. Namun, jumlah korban yang dilaporkan hanya kurang dari 300 anak.
"Kematian anak sebagai korban perang adalah sebuah tragedi. Hal itu sangat tidak dapat dibenarkan dan diterima," kata Wakil Utusan Badan PBB untuk Anak-anak Unicef di Afganistan Vidhya Ganesh.
"Semua pihak yang terlibat perang harus berupaya agar anak-anak dilindungi dan hak-hak mereka dijamin," lanjutnya.
Pada Februari 2012, polisi Afganistan membebaskan 41 anak, beberapa masih berusia enam tahun. Mereka diselundupkan ke Pakistan untuk dilatih sebagai pelaku bom bunuh diri.
Awal bulan ini, otoritas Afganistan memberitahukan telah menangkap dua anak usia 10 tahun. Anak-anak itu diduga sebagai pelaku bom bunuh diri yang berencana menyerang pasukan Afganistan dan NATO.
Selama perang, ribuan anak di Afganistan berada dalam kemiskinan, berkeliaran dan bekerja di jalanan, serta menjadi korban pelecehan seksual.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja