Home » »

Written By Ridha Illahi on Rabu, 13 Juni 2012 | 13.48

Warga Simalungun Tonton Tragedi Mavimarmara Via Layar Tancap
2012-05-26 06:29:11


Kispa.org - Pematangsiantar - Lapangan rumput yang basah setelah diguyur hujan dan cuaca yang dingin di malam hari, tidak menghalangi warga Siantar dan Simalungun untuk menyaksikan film dokumenter Tragedi Mavimarmara melalui layar tancap.

Acara ini diadakan oleh Baitul Quran Sumatera Utara (Sumut) dan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina).

Suara tembakan peluru tentara Israel yang menyerang relawan kemanusiaan yang berada di kapal Mavimarmara dua tahun lalu, memecah keheningan malam itu.

Kalimat takbir yang diucapkan hadirin, terdengar gegap gempita, “Allahu Akbar”, dan kepalan tangan ke atas ketika melihat tayangan relawan kemanusiaan yang ditembak Israel, dan tampak jelas darah relawan yang berceceran menempel di dinding dan lantai kapal Mavimarmara.

Pada saat itu, Senin, 31 Mei 2010, pasukan khusus Israel telah menyerang kapal Mavimarmara dengan kekuatan penuh, serangan sporadis dilakukan dari laut dan udara.
Kalimat takbir dari hadirin makin keras, ketika menyaksikan gambar seorang relawan mengenakan kaos berlengan panjang, warna merah sedang duduk, dengan kondisi lengan tangan kanannya bersimbah darah, ditembus peluru Israel. Peluru yang dimuntahkan dari helikopter.

Relawan yang lengan kanannya ditembak Israel, namanya Okvianto Emil Baharudin relawan KISPA.

Okvi berada di lantai 3, sisi kiri kapal Mavimarmara. Dia bersama relawan KISPA lainnya, Ustadz. Ferry Nur dan Ustadz Muhendri Muchtar serta relawan dari Malaysia yang bertugas jaga di kapal Mavimarmara.

Kalimat takbir terus membahana saat gambar seorang relawan dari Indonesia, Surya Fachrizal tergeletak. Surya ditembak tentara Israel dibagian dada kiri tembus kebagian dalam perut, pelurunya bersarang di atas tulang pinggul.

“Zionis ingin membunuh pelan-pelan Surya Fachrizal, ini terbukti ketika mereka merawat dan melakukan operasi bedah di Rumah Sakit Israel (Palestina 48 / wilayah Palestina yang di jajah Israel), pelurunya tidak dikeluarkan, peluru itu dikeluarkan ketika dioperasi bedah oleh dokter Indonesia di RSPAD (Rumah Sakit Angkatan Darat), Jakarta dan ketika peluru itu berhasil diangkat sudah membusuk,” kata Ditto, nama panggilan humas KISPA, mengiringi pemutaran film dokumenter Mavimarmara.

Selain pemutaran film dokumenter Mavimarmara, KISPA juga menyalurkan Wakaf Quran: Mushaf Masjid Al Aqsha. Program ini merupakan kerja sama dengan Baitul Quran Sumut.


Secara simbolis, Humas KISPA menyampaikan wakaf Mushaf Masjid Al Aqsha kepada para tokoh masyarakat Pematangsiantar dan Simalungun, diantaranya KH. Abdul Halim Lubis, Ketua MUI Simalungun, Drs. Koni Ismail Siregar, Wakil Walikota Pematangsiantar, Wakil dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah Simalungun, Wakil Kemenag Kantor Wilayah Pematangsiantar dan Syakban Saragih, Sekretaris Camat Tapian Dolog.

Puncak acara adalah peresmian Baitul Quran, Sumut, Ahad, 20 Mei 2012, oleh Dr. Muslih Abdul Karim MA, Pimpinan Baitul Quran Pusat, Depok, Jawa Barat.

“Hanya dua yang kami minta, syafa'at Al Qur'an dan menjadi tetangganya Rasulullah di surga kelak”, kata Dr. Muslih, saat membuka sekaligus meresmikan Baitul Qur'an Sumut diiringi hujan rintik-rintik. (dt/fn).
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja