Ads (728x90)

Izzat Rashiq, Anggota Biro Politik Hamas menegaskan bahwa keterlibatan Israel dalam pembunuhan mendiang Presiden Arafat tidak bisa dibantah, tetapi harus terus diinvestigasi untuk mengungkap sarana yang digunakan dan eksekutornya.
Dalam pernyataannya di jejaring facebook, Rabu (4/7) Rashiq menuding entitas Israel bertanggung jawab atas pembunuhan mendiang Presiden Yaser Arafat. Menurutnya, Israel adalah pihak pembunuh syahid Yaser Arafat, dan itu tidak bisa dibantah. Yang harus diinvesitasi selanjutnya adalah alat yang digunakan dan pihak eksekutornya guna mengungkap semua rinciannya.
Ia menambahkan, apakah Arafat dibunuh menggunakan racun yang dibuat di laboratorium Israel atau dengan gas beracun yang dibuat di instalasi nuklirnya atau lainnya? Banyak cara dan sarana untuk membunuh, namun tangah jahat zionis tetap satu, ungkapnya.
Investigasi Al-Jazeera yang berlangsung selama 9 bulan mengungkap adanya zat polonium beracun di barang-barang pribadi Presiden Yaser Arafat yang digunakannya beberapa waktu sebelum kematiannya, hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan di lab Swiss.
Dalam laporan yang disiarkan Selasa (3/7) Al-Jazeera mengungkap investigasi medis seputar kematian Arafat, analisis mengungkap bahwa pakaian, sikat gigi dan topi beliau mengandung zat polonium dalam jumlah besar, zat ini sangat langka dan sangat beracun. 
Tokoh Hamas, Sholah Bardawil menyerukan pentingnya melakukan investigasi serius dalam peristiwa syahidnya Presiden Yaser Arafat, yang mulai nampak jelas peristiwa tersebut telah direncanakan dan bukan kematian biasa.
Sementara itu Kemenlu Palestina mengapresiasi upaya TV Al-Jazeera yang mengungkap peristiwa kematian Yaser Arafat karena racun polonium, peran Otoritas sangat ditunggu untuk mengungkap hakikat penting ini.
Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Rabu (4/7) Kemenlu menjelaskan pentingnya upaya investigasi persoalan ini supaya bisa mengungkap penyebab kematiannya dan menyeret pelaku yang terlibat dalam masalah ini.

Posting Komentar

Silahkan berargumen sesuai pemahaman anda, sampaikan dengan santun jangan terlalu persuasif, apalagi provokatif.
Janganlah suka berdebat berkepanjangan yang tidak menggunakan akal seraya mengebiri etika berinteraksi sosial.