Home » , , » Karena Homo Kaum Luth Diazab

Karena Homo Kaum Luth Diazab

Written By R Merah on Kamis, 13 September 2012 | 01.39

Allah SWT berfirman:

Dan (Kami juga Telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia Berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu Ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain Hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri." Kemudian kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan kami turunkan kepada mereka hujan (batu); Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (QS. Al A’raf 80-84).

Tafsir

Dalam Tafsir Jalalain diterangkan bahwa perbuatan faahisyah dalam ayat di atas adalah mensetubuhi dubur lelaki.  Lalu Allah SWT menegaskan hal itu dalam ayat 81:  Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu Ini adalah kaum yang melampaui batas, melampaui batas yang halal dengan mengerjakan yang haram. Yakni, mereka meninggalkan hubungan kelamin pria dan wanita yang halal, malah mengerjakan hubungan kelamin yang haram, yakni homo pria dengan pria dan juga lesbi wanita dengan wanita.  

Itulah peringatan Nabi Luth a.s. kepada kaumnya agar tidak tertimpa adzab Allah. Namun kaumnya sombong dan keji. Mereka berkata: Usirlah Luth dan para pengikutmnya dari negeri kalian, sebab mereka adalah orang-orang yang pura-pura  mensucikan diri. Mereka menuduh Nabi Luth a.s. dan para pengikutnya sok suci. Maka Allah SWT membinasakan mereka dengan menurunkan hujan batu dari api neraka. 

As Shaabuniy dalam Shafwatut Tafaasiir mengatakan bahwa Allah SWT mengisahkan Nabi Luth a.s. mencela dan menentang perbuatan kaum Sodom. Beliau berkata: kenapa kalian melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh manusia mana pun sepanjang zaman? Perbuatan keji mereka itu berupa perbuatan homo seksual, yakni lelaki menyetubuhi lelaki melalui duburnya. Na’udzubillahi mindzalik!  

Cara pengungkapan Allah SWT melalui lisan Nabi Luth terhadap perbuatan kaumnya menunjukkan betapa jeleknya perbuatan itu. Pertama, Nabi Luth menentang perbuatan kaumnya.  Kedua, Nabi Luth mencela perbuatan kotor kaumnya  sebagai perbuatan keji yang pertama kali dilakukan di dunia. 

Abu Hayyan mengatakan perbuatan umat Nabi Luth itu betapa kotornya sampai-sampai disebut dengan menggunakan imbuhan “alif dan lam” ma’rifat, berbeda dengan penyebutkan kotor pada zina  yang disebut tanpa alif lam “faahisyah” secara nakiroh (lihat QS. an Nisa 22).  
Ungkapan betapa kejinya perbuatan homoseks itu ditegaskan pada kalimat : “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita”  yang merupakan kecaman karena tidak menyetubuhi wanita yang dihalalkan oleh Allah.  Lalu kecaman terhadap perbuatan yang kotor dan keji itu dengan kalimat: ”malah kamu Ini adalah kaum yang melampaui batas”.

Abu Suud mengatakan pengkaitan dengan kalimat “syahwatan” dalam ayat di atas menggambarkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah sekedar melepaskan nafsu kebinatangan. Orang yang berakal tahu bahwa hubungan seksual itu dalam rangka  mendapatkan anak untuk mempertahankan keturunan bukan sekedar memenuhi syahwat.  
Namun sayang, alih-alih mereka menerima nasihat berharga dari Nabi Luth, malahan mereka menghina Nabi Luth dan para pengikutnya yang sholeh. Mereka anggap Nabi Luth a.s. dan para pengikutnya yang sholeh itu sebagai orang-orang yang sok suci, sok menganggap homoseks sebagai perbuatan buruk. 

Maka Allah SWT menurunkan siksa-Nya atas kekejian, kesombongan, dan kelancangan mereka. Allah SWT menghabiskan mereka kecuali Nabi Luth a.s. dan para pengikutnya yang mukmin.  Namun istri beliau yang kafir kepada Allah tidak diselamatkan. Dia bersama kaum yang melampaui batas itu dikubur dalam siksa. Allah SWT menghujani mereka dengan hujan yang aneh, yaitu hujan batu dari sijjil, sebagaimana disebut dalam firman-Nya:

Maka kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras
. (QS. Al Hijr 74).

Allah SWT menyerupakan adzab dengan hujan yang terus-menerus karena ‘saking’ banyaknya sebagaimana Dia SWT mengirim hujan.  Allah SWT berfirman di penghujung ayat di atas: “Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu?”.

Artinya, perhatikanlah wahai pendengar, apa akibat dari perbuatan orang-orang pendosa (Mujrimin) itu.

Karena maksiat homo Kaum Luth Diazab dengan hujan batu yang dahsyat

Dari uraian tafsir di atas kita mendapatkan pelajaran bahwa maksiat perbuatan homoseks kaum Sodom, yakni kaum Nabi Luth, telah dihukum oleh Allah dengan azab yang mengerikan, yakni diazab dengan hujan batu dari api neraka. Juga perbuatan homoseks tersebut dikategorikan oleh Allah SWT sebagai perbuatan kriminal (jarimah) dan para pelakunya disebut kaum pendosa atau pelaku kriminal (mujrimin). 

Oleh karena itu, sungguh bodoh mereka yang mengatakan bahwa perbuatan homoseks tidak menjadi sebab disiksanya kaum Nabi Luth. Mereka menantang: kalau benar kaum Luth diazab karena homoseks dan lesbian, kenapa homo dan lesbi sekarang tidak diazab? 

Sungguh ucapan itu merupakan ucapan lancang yang menunjukkan kebodohan mereka. Padahal kisah diazabnya umat  Nabi Luth diulang beberapa kali dalam Al Qur’an. Selain dalam ayat di atas, Allah SWT berfirman:

Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih Suci bagimu, Maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. tidak Adakah di antaramu seorang yang berakal?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu Telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan Sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang Sebenarnya kami kehendaki."  Luth berkata: "Seandainya Aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau Aku dapat berlindung kepada keluarga yang Kuat (tentu Aku lakukan)." Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka Karena Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?". Maka tatkala datang azab kami, kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, (QS. Huud 78-82).

Juga Dia SWT berfirman: 

Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas". Mereka menjawab: "Hai Luth, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir" Luth berkata: "Sesungguhnya Aku sangat benci kepada perbuatanmu". (Luth berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah Aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan". Lalu kami selamatkan ia beserta keluarganya semua, Kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian kami binasakan yang lain. Dan kami hujani mereka dengan hujan (batu) Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang Telah diberi peringatan itu. Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
(QS. As Syu’ara 165-174).

Kesimpulan


Jelas homoseks dan lesbian atau perbuatan sodomi merupakan perkara yang sangat keji yang diazab oleh Allah SWT. Oleh karena itu, perbuatan kriminal ini harus dicegah dan diberantas oleh penguasa. Bahkan Nabi Muhammad Saw. menjatuhkan hukuman mati untuk pelaku perbuatan sodomi. Maka tidak layak bagi siapa pun yang beriman kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan Al Qur’an, memandang indah perbuatan homoseks dan lesbian apalagi menyebarkan dan membudayakannya. Ini mengundang murka dan adzab-Nya. Na’udzubillah mindzalik!.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja