Home » » Pemimpin Agama Austria Dukung Sunat

Pemimpin Agama Austria Dukung Sunat

Written By R Merah on Kamis, 13 September 2012 | 01.00


sunat di austria
WINA — Para pemimpin Katolik, Protestan, Yahudi dan Muslim di Austria bersatu untuk mendukung praktek sunat di negara Eropa Timur itu. Mereka mengutuk seruan dua pemimpin daerah yang ingin membatasi praktek sunat dan menganggap seruan itu sebagai serangan agama serta menuntut pemerintah untuk mengklarifikasi legalitas sunat.
Penegasan ini disampaikan Peter Schipka, sekretaris umum Konferensi Uskup Katolik Roma Austria kemarin. Pertemuan dihadiri para pemimpin agama yang mewakili Katolik, Protestan, Yahudi dan Islam di Austria.
Sengketa itu terjadi menyusul perdebatan dan kemarahan publik di Jerman setelah sebuah pengadilan daerah Koln melarang sunat dengan alasan membahayakan fisik pada 27 Juni lalu. Putusan dikeluarkan menyusul kasus sunat terhadap seorang anak laki-laki Muslim berusia 4 tahun oleh seorang dokter Jerman atas permintaan orangtua.
Namun putusan itu memicu kemarahan di kalangan pemimpin Muslim, Yahudi dan Kristen. Mereka mengutuk putusan itu sebagai campur tangan serius terhadap kebebasan beragama. Hak untuk kebebasan beragama mendapat perlindungan dalam konstitusi
di Austria dan UU itu hanya dapat diubah oleh dua pertiga mayoritas di parlemen.
Mereka yang ingin melarang sunat berpendapat bahwa hak untuk kebebasan dari bahaya fisik semestinya diutamakan dan anak kecil belum dapat dimintai persetujuan untuk disunat.
Menurut pemimpin Protestan Michael Buenker, selama ini tidak terjadi serangan serupa pada praktek agama lain juga juga campur tangan fisik pada anak-anak, seperti menusuk telinga atau vaksinasi Kementerian Kehakiman Austria merasa heran karena putusan pengadilan Jerman itu memiliki relevansi di Austria.
Para pemimpin agama dalam konferensi itu juga menuntut pemerintah untuk membuat pernyataan tegas untuk mendukung kebebasan beragama dan legalitas sunat pada anak laki-laki. Sunat adalah sunat dalam Islam sebagai tindakan yang berkaitan
dengan fitrah. Praktek ini juga dilakukan pada anak laki-laki Yahudi
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja