Home » , » Penganut Ateis Amerika Ancam Bakar Alquran

Penganut Ateis Amerika Ancam Bakar Alquran

Written By R Merah on Kamis, 13 September 2012 | 00.51


alquaran dibakar1
WASHINGTON — Para penganut ateis mengancam akan membakar Alquran bila parlemen mengesahkan UU yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang keberagaman agama di negara bagian Pennsylvania, AS. Ancaman itu memicu kemarahan sejumlah warga.
Ernest Perce, direktur Ateis Amerika cabang Pennsylvania mengancam akan membakar Alquran di gedung parlemen pada September nanti bila UU “Tahun Diversifikasi Agama” disahkan parlemen.
Usulan UU itu menyebutkan bahwa Alquran, Injil dan kitab suci lainnya menanamkan kebajikan dan keindahan yang besar kepada para penganutnya dan diapresiasi dan juga dihargai oleh mereka yang tidak menganut keyakinan agama.
Perce menjadi pusat perhatian setelah ia berpakaian zombie versi Nabi Muhammad SAW. Penganut ateis ini mengeluh bahwa ia diserang oleh seorang pria Muslim karena berparade di jalan dengan memakai zombi Nabi Muhammad SAW.
Namun klaimnya itu ditolak seorang hakim Amerika. Ia bahkan dikecam karena telah melukai kepekaan umat Muslim dengan memakai pakaian zombie seperti nabi Muhammad. Aktivis ateis ini juga dituduh telah memasang baliho bergambar seorang budak Afrika di Harrisburg, Pennsylvania.
Umat Muslim sangat menjaga kesucian Alquran. Penajisan Alquran termasuk salah satu bentuk penghujatan paling buruk.
Pada 2010 lalu, Terry Jones, seorang pastor dari Florida telah memicu kemarahan dunia setelah mengumumkan rencana untuk membakar Alquran pada peringatan tragedi serangan berdarah 11 September.
Rencana itu memicu berbagai aksi protes penuh kekerasan di Afganistan dan negara Muslim lainnya dan menyebabkan beberapa orang tewas. Pastor radikal itu akhirnya membakar Alquran pada Maret 2011 menyusul serangan di sebuah gedung PBB di Afganistan yang menewaskan beberapa orang. Namun rencana pembakaran Alquran oleh para ateis memicu kemarahan di Pennsylvania.
Survei yang dilakukan American Religious Identification menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengklaim tidak beragama meningkat dua kali lipat selama 18 tahun terakhir dan membentuk 15 persen populasi di Amerika. Di beberapa negara bagian seperti South Carolina, jumlah ateis bahkan lebih dari tiga kali lipat. Studi lain juga menunjukkan jumlah penganut ateis berkembang di Amerika.
Banyak orang percaya bahwa pertumbuhan berbagai organisasi ateis dalam beberapa tahun ini terjadi karena kemarahan mereka atas kebijakan mantan Presiden George W. Bush yang merangkul hak beragama dan kebijakan yang condong pada agama. //onislam/meidia
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja