Home » » Perjalanan Religius Ke Makam Diponegoro, Makassar

Perjalanan Religius Ke Makam Diponegoro, Makassar

Written By R Merah on Kamis, 13 September 2012 | 04.47


makam-pangeran-diponegoro
Manado, Sulawesi Utara dan Makasar, Sulawesi Selatan memang sama-sama berada di pulau Sulawesi. Yang satu di ujung timur laut sedang lainnya di barat daya. Namun dibanding ke Jakarta, jarak kedua kota itu relative sangat dekat.
Karena itu suatu keberuntungan bahwa acara Munas APEKSI di Manado 2012 yang dimulai 31 Mei sampai 3 Juni dapat berurutan dengan acara Festival Pantai Losari di Makassar, Sulawesi Selatan yang berlangsung 4 – 6 Juni. Makanya rombongan Sudin Kebudayaan Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, merasa pas banget, tinggal melanjutkan wisata sejarahnya ke Makasar pada hari terakhirnya di ibukota Sulut tersebut.
Drs Husnison Nizar, Kasudin Kebudayaan Jakarta Timur seorang arkeolog. Karena itu perhatiannya kepada situs sejarah cukup besar, apalagi menyangkut sejarah Pahlawan Nasional.
Dari makam Imam Bonjol di dekat Manado, kini giliran mengunjungi makam Pangeran Diponegoro di Kota Makasar. Bukan kebetulan kalau lokasinya pun berada di Jl Diponegoro, sekaligus mengabadikan namanya.
Makam pahlawan nasional — yang selalu digambarkan menunggang kuda dalam perjuangannya mengusir penjajah Belanda ini — lokasinya juga tak jauh dari Benteng Fort Rotterdam (dikenal pula dengan sebutan Benteng Ujung Pandang, nama lain Makassar) dan hanya 200 meter dari pusat perbelanjaan Makasar Mall.
Secara administrative, kompleks makam Diponegoro terletak di Jl Diponegoro , Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, Kodya Makasar.
“Di situ ada puluhan makam. Dua makam yang paling besar adalah makam Pangeran Diponegoro dan isterinya. Sedangkan makam di sekelilingnya itu makam anak cucu dan pengikutnya,” tutur Husnison Nizar. Jumlahnya tidak kurang dari 66 makam.
“Pengurus makamnya adalah cicit generasi keempat dari perkawinan para cucu Diponegoro dengan penduduk asli Makasar,” tambahnya. Makanya anak cucu dan cicit pahlawan nasional itu kini sudah menyebar di Sulawesi, Jawa dan Maluku dan banyak yang menggunakan nama fam Diponegoro.
Melihat bentuk pintu gerbang kompleks makam Diponegoro dan para pengikutnya di Makasar, mirip sekali dengan bangunan serupa di pemakaman tua dekat perumahan Pondok Candra, sebelah selatan Kota Surabaya. Ny.Catur Setyowati yang pernah tinggal di Makasar selama 5 tahun menjelaskan, makam itu dari dulu banyak didatangi orang yang berziarah.
Dari buku tamu yang ada, hingga sekarang pun masih banyak peziarah dari jauh. Tujuannya tak lain berwisata spiritual dan sejarah ke makam Pahlawan Nasional yang masa perlawanannya terhadap penjajah Belanda satu zaman dengan Imam Bonjol. //LIM
____________________________________________________________
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja