Home » , , » Ummat Islam Afrika Sampai Indonesia Beraksi Bela Nabi dan Pesan 11/9

Ummat Islam Afrika Sampai Indonesia Beraksi Bela Nabi dan Pesan 11/9

Written By R Merah on Kamis, 27 September 2012 | 16.14



“Jika mereka merusak janjinya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti”. {At-Taubah:12}

Oleh Abu Asybal Usamah
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Yang mengatur siang dan malam, Membagi rezki diantara makhluk-Nya, Yang Maha Adil lagi Maha bijaksana. Aku bersaksi tiada Ilah melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Utusan-Nya yang telah menunaikan amanah, menyampaikan risalah, menasehati ummat dan berjihad di jalan Rabb-Nya dengan sebenar-benarnya jihad serta meninggalkan ummatnya diatas manhaj yang terang benderang, tidak ada seorangpun yang menyimpang darinya kecuali akan binasa.
Salawat dan salam senantiasa tercurahkan keharibaan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan orang-orang yang masih istiqomah di atas manhaj beliau
Pembaca yang budiman!
Sekitar dua minggu ini ummat mengungkapkan perasaan mereka dalam aksi pembelaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kalau mau ditelusuri, mereka sebenarnya memiliki hasrat yang lebih besar ingin melakukan pembelaan yang dilakukan oleh sahabat Muhammad bin Maslamah yang mengeksekusi mati pemuka yahudi, ka’ab bin Asyraf, yang menghina dan melecehkan Nabi hingga baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan “Siapa yang bersedia mengatasi Ka’ab bin Asyraf? Sungguh ia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya.
Inilah sikap yang ingin diambil oleh ummat agar mereka bisa memahami bahwa ummat Islam tidak bisa dilecehkan dan ummat ini memiliki harga diri serta memiliki kecintaan yang begitu tinggi kepada pengawal agama ini, penghulu sekalian manusia, Rasulullah Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Namun kondisi mereka yang lemah yang dikerangkeng oleh sistem sekuler  yang membuat mereka harus membatasi pembelaan mereka. Meskipun demikian, di beberapa Negara akhirnya mengikis bahkan merobohkan sekat itu dengan bentrok yang terjadi dan di Libya yang menghancurkan konsul AS  di Benghazi yang mengakibatkan tewasnya dubes AS, Christopher Stevens, dan tiga orang AS dua diantaranya marinir pada hari Selasa 11 September 2012. Mesir pun mampu menghancurkan Kedubes AS akibat kemarahan yang tak tertahankan.
Dari Libya, Muritani, Mesir, Yaman, Suriah, Kashmir, Pakistan, Kabul, Filiphin, Indonesia bahkan Palestina sendiri pun bangkit tidak tinggal diam saat baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilecehkan oleh Amerika Serikat dan Perancis.
Namun yang paling memberikan pukulan yang keras pada AS adalah kematian dubesnya di Benghazi  akibat serangan maut yang dimuntahkan oleh RPG, dimana Obama sangat mengutuk serangan tersebut. Menurut pimpimnan Partai Komunis Rusia, Gennady Zyugnov, bahwa dubes AS tersebut mati secara memalukan.
Sedangkan di dalam artikel seorang jurnalis sekaligus pemred harian “Al-Quds Al-‘Araby”, Abdul Bari Atwan, mengungkap bahwa serangan ke kedutaan Amerika di Benghazi merupakan operasi yng sudah direncanakan bertepatan dengan 11 September dan pada kesempatan pengumuman syahidnya Syaikh Abu Yahya Al-Liby.
Kita bisa lihat disini bahwa serangan di Benghazi memberikan pesan yang dititipkan pada serangan 11 September yaitu Amerika harus melepaskan dukungannya dari Israel dan hengkang dari tanah Arab, dan pesan kedua adalah jangan coba-coba menghinakan ummat islam dengan “menyerang” Nabinya dan agamanya.
Namun sepertinya pesan ini tidak digubris oleh AS. Maka gejolak ini akan terus berlangsung hingga mereka berhenti dari kezaliman.

إذا كانت حرية اقوالكم لا ضابط لها
فلتتسع صدوركم لحرية اقوالنا
فالجواب ما ترون لا ما تسمعون
فلتثكل أمهاتنا إن لم ننصر الرسول صلى الله عليه و سلم

Jika seandainya kebebasan berbicara kalian tidak ada batasnya, maka hendaklah kalian berlapang dada dengan Kebebasan perbuatan (operasi) kami. Jawaban dari kami akan kalian lihat, bukan kalian dengar, maka celakalah kami jika kami tidak menolong Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam” Syaikh Usamah bin Ladin -taqabbalahullah-
Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsrannasi la ya’lamun
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja