Home » » Yesus Tak Pernah Ikhlas Jadi Penebus Dosa Manusia

Yesus Tak Pernah Ikhlas Jadi Penebus Dosa Manusia

Written By R Merah on Jumat, 07 September 2012 | 21.54

https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/306725_10150943708460658_1208068285_n.jpgOleh : Hj. Irena Handono,
Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center


Umat Kristen meyakini bahwa 'cawan kematian' adalah bentuk dari 'murka' Tuhan. Sehingga Yesus mengorbankan dirinya untuk membayar murka tuhan demi umat manusia. Namun apa yang akan kita bahas di sini justru akan membantah doktrin Gereja terhadap umat Kristen. Sekali lagi yang perlu digaris bawahi adalah,Yesus tidak pernah ikhlas menjadi penebus dosa manusia.

Ketika sampai di taman Getsemani, Yesus berdoa; Matius 26:38-39 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Doa Yesus di atas adalah bentuk permohonan Yesus kepada Tuhannya agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa 'cawan' dalam ayat tersebut bermaksud percobaan dan fitnah Yahudi, karena Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain, maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.

Dari doa Yesus di atas, sudah menunjukkan fakta kepada kita, yaitu: Pertama, Yesus tidak ingin mati dikayu salib. Kedua, Yesus tidak mengenal penebusan dosa oleh penyaliban. Yesus telah berdoa penuh dengan hikmat dalam mengharapkan pertolongan Allah, pertanyaan selanjutnya adalah apakah doa Yesus dikabulkan?

Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkon doa dan permohonon dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan. Ayat di atas telah cukup menjelaskan bahwa doa Yesus dikabulkan Allah, setelah Yesus berdoa penuh ratap tangis dan keluhan untuk diselamatkan dari maut. Adakah Kristiani yang bersedia mengatakan doa Yesus tidak didengar oleh Allah?

Perubahan Strategi di Luar Rencana

Senjata telah siap, jalur pertahanan telah sesuai, lalu mengapa akhirnya Yesus tertangkap juga oleh tentara Romawi? Rupanya ada salah perhitungan. Ternyata Yahudi lebih cerdik dari apa yang dipikirkan Yesus dan murid-muridnya, Yahudi membawa tentara Romawi bersama mereka untuk menangkapYesus.

Yohanes 18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepada dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Ditambah kelalaian Para murid Yesus yang tertidur di saat-saat genting. Matius 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Murid-muridnya tertangkap ketika mereka sedang lengah dan dalam keadaan mengantuk, persiapan yang mereka susun menjadi buyar. Mereka tidak mungkin mengalahkan sepasukan tentara Romawi yang bersiap dengan pedang dan tameng serta keahlian militer yang mumpuni dalam keadaan mengantuk dan tidak ada persiapan.Yesus mengetahui risiko apa yang akan terjadi. Yesus pun melakukan perubahan strategi.

Matius 26:52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh Pedang.

Apakah Yesus tidak mengetahui makna dari pernyataannya ketika dia menyuruh murid-muridnya untuk menjual jubahnya dan membeli pedang? Tentunya dia tahu. Lalu mengapa sekarang malah bertentangan? Sebenarnya tidak ada pertentangan. Situasi telah berubah,jadi strategi harus juga diubah. Dia menyadari bahwa melawan tentara yang terlatih dan bersenjatakan lengkap dengan mengandalkan pasukannya yang masih mengantuk dan tidak siap, hanya merupakan tindakan bunuh diri. Yohanes 18:12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Yesus telah melakukan perubahan strategi, yaitu "menyerahlah untuk menang", atau bahasa harfiahnya "menyerahlah untuk tidak mati". Yesus tertangkap, diseret ke hadapan pengadilan musuh-musuhnya.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja