Home » , » Polisi marah diteriaki Mahasiswa Universitas Pamulang, "Sana lawan Mujahidin, jangan lawan Mahasiswa"

Polisi marah diteriaki Mahasiswa Universitas Pamulang, "Sana lawan Mujahidin, jangan lawan Mahasiswa"

Written By R Merah on Sabtu, 27 Oktober 2012 | 20.26

CIPUTAT  - Kamis Siang (18/10/2012), kawasan Jl. Surya Kencana, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten tidak seperti biasanya. Hal tersebut karena adanya bentrokkan antara mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) dengan polisi.
Bentrokan sendiri terjadi karena para mahasiswa Unpam berdemonstrasi untuk menolak kedatangan Wakapolri Komjen Pol. Nanan Sukarna yang sediannya akan mengisi kuliah umum bertema "Peran Serta Polri dan Tantangan Masa Depan".
"Ada keributan antara petugas dan juga mahasiswa di lokasi Universitas Pamulang," kata petugas Polsek Pamulang kepada detikcom, Kamis (18/10/2012) pukul 11.00 WIB.
Nanan Sukarna sendiri bertandang ke kampus yang terletak di seberang Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Pamulang itu untuk memberikan kuliah umum karena mewakili Kapolri, Jendral Pol. Timur Pradopo yag tidak bisa hadir.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh Kru FAI dilapangan, bentrokkan terjadi karena diawali oleh tindakan represif polisi yang menghadang aksi demo para mahasiswa.
"Kami hanya ingin menghadang polisi agar tidak masuk kedalam kampus. Tapi polisi malah mendorong-dorong kami (para mahasiswa-red), sehingga barisan temen-temen menjadi pecah dan melakukan perlawanan," ujar salah satu mahasiswa Unpam.
Dengan adanya balasan tindakan balasan dari mahasiswa, Polisi lalu membubarkan demonstrasi mahasiswa dengan gas air mata, peluru karet dan bahkan peluru tajam sehingga bentrokan semakin memanas.
"Kami tidak ingin kesewang-wenangan polisi terus menerus terjadi, baik kepada mahasiswa, petani, buruh, pedagang asongan dan lain-lain. Dan jelas sekali kesewang-wenangan polisi berlanjut disini dengan membubarkan aksi kita menggunakan peluru tajam. Tadi teman kita ada yang kena dibagian perutnya," tambahnya.
Mahasiswa pun tidak mau kalah, mereka kemudian melemparkan bebatuan dan bambu kepada polisi. Batu-batu itu berserakan di depan kampus dan di sekitar Polsek Pamulang. "Polsek saja penuh batu," kata seorang petugas Polsek Pamulang.
Karena suasana yang semakin memanas dan tidak terkendali, akhirnya polisi yang diperbantukan untuk menghadapi para mahasiswa diperbanyak dari sebelumnya. "Saat ini sudah ada bantuan petugas untuk pengamanan," kata petugas itu.
Nanan Sukarna yang sekarang ini juga sedang mencalonkan dirinya untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat sudah berhasil keluar dari Universitas Pamulang setelah acara kuliah umum selesai.
Namun kondisi di sekitar kampus dan Jl. Surya Kencana masih terlihat tegang hingga siang hari. Puluhan polisi merapat di depan gerbang kampus dengan senjata dan peralatan huru hara secara lengkap.
Mahasiswa Universitas Pamulang saat melawan Polisi
Sementara itu, para mahasiswa dari dalam kampus meneriaki polisi dengan kata-kata, "Sono (sana-red) lawan mujahidin, jangan lawan kami. Berani Cuma lawan mahasiswa," teriak para mahasiswa Unpam.
Diteriaki 50-an mahasiswa seperti itu, dan secara terus-menerus meneriaki polisi dengan kata-kata yang sama, polisi terlihat marah dan kemudian membalas dengan menembaki para mahasiswa dengan gas air mata dan peluru karet, bahkan dengan peluru tajam. (Kru FAI/dbs/arrahmah.com)

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja