Home » » Presiden Ahmadinejad Tidak Diizinkan Kunjungi Pejabat yang Dipenjara

Presiden Ahmadinejad Tidak Diizinkan Kunjungi Pejabat yang Dipenjara

Written By R Merah on Senin, 22 Oktober 2012 | 01.24

Bahkan Jaksa Agung menyarankan presiden Iran mengurusi krisis ekonomi

Aparat berwenang Iran tidak izinkan Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengunjungi suatu kompleks penjara, yang kebetulan tengah menahan seorang pejabat dekatnya. Kunjungan Ahmadinejad itu dianggap tidak tepat karena berisiko konflik kepentingan.

Menurut Tehran Times, larangan itu diutarakan Jaksa Agung Iran, Gholam Hossein Mohseni-Ejeii pada Minggu waktu setempat. Dalam suatu permintaan tertulis kepada Ketua Mahkamah Agung Ayatolllah Sadeq Amoli Larijani, Ahmadinejad meminta izin mengunjungi Kompleks Penjara Evin di Tehran dalam rangka inspeksi.

Penjara ini menjadi tempat tahanan seorang teman dekatnya, yang ditahan saat Ahmadinejad sedang berada di New York mengikuti Sidang Tahunan Majelis Umum PBB September lalu. Namun, Jaksa Agung Mohseni-Ejeii mengungkapkan bahwa izin kepada Ahmadinejad belum bisa dikeluarkan.

"Ini merujuk fakta bahwa ada seseorang yang terkait dengan beliau sedang ditahan dan berada di penjara itu. Maka, inspeksi ini bisa menimbulkan kesalahpahaman politis. Inspeksi itu tidak layak mengingat situasi yang berlangsung saat ini," kata Mohseni-Ejeii, yang juga menjadi juru bicara Mahkamah Agung Iran.

Tahanan yang dimaksud adalah Ali Akbar Javanfekr, direktur kantor berita pemerintah IRNA dan juga penasihat presiden untuk urusan media. Dia ditahan pada 26 September 2012 setelah dianggap menghina pemimpin spiritual, yang merupakan posisi politik tertinggi di Iran sejak Revolusi 1979. 

Ahmadinejad sebelumnya menyesalkan penahanan atas Javanfekr. Mahkamah Revolusi Islam dan pengadilan umum menyatakan bahwa Javanfekr bersalah atas dua tuduhan, yaitu memuat pernyataan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam dan melecehkan moral masyarakat.

Selain dipenjara, Javanfekrs juga dilarang untuk kembali menangani kegiatan-kegiatan media. 

Sementara itu, Mohseni Ejeii menyarankan kepada para pejabat agar saat ini lebih menangani urusan-urusan ekonomi ketimbang "isu-isu sampingan." Lagipula, Mohseni-Ejeii mengungkapkan baru kali ini Ahmadinejad ingin memeriksa penjara Evin.

"Selama lebih dari tujuh tahun beliau sebagai presiden, belum pernah ada permintaan inspeksi demikian," kata Jaksa Agung seperti yang dikutip kantor berita ISNA

Menurut stasiun berita BBC, pilar yudikatif Iran selama ini dikendalikan oleh kubu konservatif garis keras yang dekat dengan Pemimpin Spiritual Ayatollah Ali Khamenei. Situasi ini menandakan mulai pudarnya pengaruh Ahmadinejad, yang delapan bulan lagi pensiun sebagai presiden setelah dua kali memerintah. 

Iran saat ini juga mengalami krisis ekonomi setelah nilai tukar mata uang mereka anjlok. Para pejabat menyalahkan masalah ini kepada para spekulan dan juga sanksi internasional dari negara-negara Barat terkait aktivitas program nuklir Iran. Di Iran sendiri, banyak warga menyalahkan pemerintahan Ahmadinejad sebagi pihak yang bertanggungjawab atas krisis ini.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja