Home » , » Komentar tentara Australia dalam media sosial timbulkan kekuatiran Muslim

Komentar tentara Australia dalam media sosial timbulkan kekuatiran Muslim

Written By R Merah on Rabu, 21 November 2012 | 05.03

Seorang perwira tinggi purnawirawan Australia yang pernah bertugas di Afghanistan membantah kekuatiran mengenai perasaan anti-Muslim dalam pasukan pertahanan Australia.
Keadaan sudah tenang di jalan-jalan sejak kerusuhan oleh demonstran Muslim di Sydney hampir dua minggu lalu, tapi hal itu tidak menghalangi munculnya pesan-pesan yang berpotensi menyulut  di dunia cyber.
 
Tentara dari Rezimen Australia yang berbasis di Townsville dan pernah bertugas di Afghanistan guyon dalam Facebook mengenai menggunakan senjata untuk menembak orang-orang Islam yang terlibat dalam protes sengit di Sydney bulan ini.
 
Protes itu dipicu oleh film Innocence of Muslims yang melecehkan Nabi Muhammad.
 
Majelis Islam New South Wales meminta polisi dan Pasukan Pertahanan Australia untuk mengusut apa yang disebut sebagai komentar-komentar mengkhawatirkan di media sosial oleh mantan personel pertahanan maupun yang masih bertugas.
 
Sejumlah organisasi Muslim, termasuk Majelis Islam New South Wales, telah diberitahu mengenai pesan-pesan di Facebook itu.
 
Ketua Majelis, Khaled Sukkarieh, mengatakan, ia harapkan komentar di Facebook itu cuma bualan saja oleh segelintir minoritas personel dan tidak mencerminkan adanya Islamophobia di lingkungan Pasukan Pertahanan Australia.
 
"Kami akan sangat kuatir kalau personel Pasukan Pertahanan Australia baik yang mantan maupun yang masih bertugas punya pandangan seperti itu, khususnya kalau mereka pernah bertugas di negara-negara Islam atau sedang bertugas di negara-negara Islam seperti Irak atau Afghanistan" katanya.
 
Akan tetapi Mayjen purnawirawan John Cantwell yang pernaj bertugas di Afghanistan berpendapat tidak ada perasaan anti-Muslim, dan mengatakan tentara Australia tampak  mewakili yang terbaik dari nilai-nilai masyarakat Australia dalam hubungan dengan budaya dan agama lain.
 
Sementara itu Asosiasi Pertahanan Australia mengatakan dalam statement kepada ABC, kalau orang-orang bersangkutan masih bertugas dalam Pasukan Pertahanan Australia, mereka telah melanggar peraturan mengenai pemakaian social media yang bertanggung jawab.
Mereka juga boleh jadi telah melanggar peraturan lain: yakni tidak mempersulit para tentara di garis depan dengan mengeluarkan komentar seperti itu.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja