Home » » MER-C: Soeharto Pernah Kunjungi Bosnia, Kapan SBY Kunjungi Gaza?

MER-C: Soeharto Pernah Kunjungi Bosnia, Kapan SBY Kunjungi Gaza?

Written By R Merah on Selasa, 20 November 2012 | 19.54

JAKARTA  - Saat ini sebanyak 28 orang anggota tim MER-C masih bertahan di Gaza. Selain memberi perawatan medis kepada korban, mereka melanjutkan pembangunan rumah sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Para relawan berlindung di basement rumah sakit tempat menyimpan obat-obatan. Pemerintah Indonesia sempat meminta para relawan itu untuk keluar dari Gaza. Tapi mereka bergeming.
"Justru saat orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, kami lebih terpanggil," kata Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murod. Ia juga meminta pemerintah segera bersikap atas agresi Israel kali ini. Selain memberi pernyataan protes dan bantuan logistik, pemerintah juga perlu memberikan dukungan moral. "Menteri atau wakil datang saja ke perbatasan," katanya.
Hal senada juga dikatakan dr Jose Rizal Jurnalis. Ia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa mengunjungi Gaza Utara, Palestina. "Dulu ketika ada koflik, Presiden Soeharto juga pernah mengunjungi Bosnia. Sekarang kami berharap, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa mengunjungi Gaza," kata Jose Rizal Jurnalis.

Menurut Jose, kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Gaza akan meningkatkan hubungan dengan Palestina. Apalagi, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar cukup dipandang oleh Israel.

Rumah Sakit Indonesia
Sementara itu, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, terhenti sementara akibat hujan roket yang dilakukan Israel. Sejak 5 hari kemarin para relawan sudah stop bekerja karena serangan Israel. Demikian dikatakan anggota Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Joserial Jurnalis, di kantor MER-C, Jakarta.
Joserizal mengatakan lokasi seputar rumah sakit merupakan salah satu titik paling berbahaya. Rumah sakit hanya berjarak 2 kilometer dari perbatasan Palestina-Israel. Dari laporan para relawan MER-C di Gaza, sedikitnya 30 bom berjatuhan di seputar rumah sakit, sejak Israel menggelar Operasi Pilar Pertahanan, Rabu lalu."Relawan masih menghubungi kami untuk mengabarkan keadaannya hingga tadi malam. Mereka mengatakan bom yang dijatuhkan Israel berjarak 50 sampai 100 meter dari RSI," katanya.
MER-C merintis pembangunan rumah sakit traumatic centre and rehabilitation itu setelah melihat rumah sakit di Gaza kewalahan sejak serangan Israel pada 2008 lalu. Rumah sakit dibangun dari donasi masyarakat Indonesia sebesar Rp 21,9 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp 60 miliar.

Ketua Divisi Konstruksi MER-C Faried Thalib konstruksi mengatakan tahap konstruksi yang dimulai Mei 2011 sudah selesai sejak empat bulan lalu. Namun baru rampung 1 tahun mendatang. “Akhir 2013 sampai awal 2014 sudah bisa diselesaikan,” kata dia.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja