Ads (728x90)

Seorang pendeta Anglikan asal Selandia Baru, Paul Oestreicher, menuding Yesus seorang homoseksual. Dia mengkalim memiliki bukti sangat kuat atas tuduhannya itu, terkait hubungan Yesus dengan Yohanes Sang Pembaptis.

Stasiun televisi CBS melaporkan, Selasa (24/4), pendeta di Universitas Sussex, Inggris, ini melontarkan tuduhannya lewat artikel menjelang Paskah yang dilansir surat kabar the Guardian. "Yohanes jelas memiliki tempat khusus dalam hati Yesus," tulis Oestreicher.

Dia menyebut salah satu bukti betapa istimewanya hubungan Yohanes dan Yesus terjadi saat jamuan terakhir, sehari sebelum Yesus disalib. "Yohanes duduk di sebelah Yesus, kepalanya selalu direbahkan di dada Yesus," ujar Oestreicher. Dia menambahkan, ketika sekarat, Yesus berpesan agar Yohanes menjaga ibunya. Dia juga meminta Bunda Maria menganggap Yohanes sebagai putranya.

Dia mengatakan mengangkat isu Yesus seorang gay lantaran begitu mendalamnya konflik antara gereja dengan kaum gay dan lesbian. Ajaran Nasrani selama ini mengharamkan gay dan lesbian.

Meski begitu, dia tidak perduli apakah Yesus benar-benar gay atau bukan. "Terpenting adalah banyaj gay dan lesbian menjadi pengikut Yesus," kata Oestreicher.

Posting Komentar

Silahkan berargumen sesuai pemahaman anda, sampaikan dengan santun jangan terlalu persuasif, apalagi provokatif.
Janganlah suka berdebat berkepanjangan yang tidak menggunakan akal seraya mengebiri etika berinteraksi sosial.