Home » , » Pengunjuk rasa yang bukan warga negara Australia terancam dideportasi

Pengunjuk rasa yang bukan warga negara Australia terancam dideportasi

Written By R Merah on Rabu, 21 November 2012 | 06.30

Menteri Imigrasi Chris Bowen menyatakan ada kemungkinan ia akan meminta penarikan visa bagi pengunjuk rasa yang bukan warga negara Australia akhir pekan lalu di Australia.

Enam orang yang terlibat dalam aksi protes yang berakhir dengan bentrokan di Sydney akhir pekan kemarin telah ditahan pihak kepolisian.
Aksi bentrokan tersebut mendapat kecaman keras dari sejumlah politisi di Australia, termasuk juga dari sejumlah muslim di Australia.
Unjuk rasa yang berakhir dengan bentrokan dipicu dengan beredarnya video yang menghina Nabi Muhammad.
Seorang senator mengatakan bentrokan yang terjadi di Sydney adalah sebagai pertanda bagi mereka yang sebelumnya tidak percaya tentang potensi kebangkitan Islam di Australia.
"Apa yang terjadi menjadi pertanda bagi mereka yang tidak terlalu tahu soal agenda para fundamentalis Islam dan paham sedikit soal misi mereka secara global," ujar Senator Cory Bernardi di situsnya.
Sementara itu anggota parlemen George Christensen mengatakan mereka yang terbukti bersalah dalam bentrokan tersebut terancam dideportasi bila ternyata bukan warga negara Australia.
"Saya pikir, mayoritas warga Australia akan berpikir jika mereka terlibat dalam kekerasan dan bukan warga negara Australia, kembalilah ke negara asal mereka karena kekerasan tidak dibenarkan di negara ini," ujarnya kepada ABC News Online.
"Ini juga meragukan soal multikulturalisme yang sudah ditekankan selama 20 atau 30 tahun kebelakang," ujarnya.
Menteri Imigrasi, Chris Bowen masih akan mencari pilihan bagi mereka yang bukan warga negara Australia dan terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut, tetapi ia menentang keras kekerasan.
"Jelas bahwa ini bukan dikerjakan atas nama Islam atau multikulturalisme, tapi dikerjakan dengan nama kejahatan, tidak lebih dari itu," ujarnya.
Kemarahan publik
Kemarahan publik pada unjuk rasa yang berakhir dengan kekerasan akhir pekan kemarin dipicu dengan kata-kata yang tertulis dalam papan yang dipakai oleh para pengunjuk rasa. Salah satunya berisi, "Penggal kepala mereka yang menghina nabi".
Bahkan sejumlah papan diusung oleh anak-anak yang disuruh oleh orang tuanya.
Senator Christensen mengatakan mereka yang menulis dan menyebarkan papan-papan tersebut adalah idiot.
"Islam adalah adalah agama yang sarat dengan perdamaian, saya pikir Nabi Muhammad bisa kembali dari kuburnya untuk melihat tulisan-tulisan yang menyatakan mari penggal kepala mereka yang menghina Nabi Muhammad dan Islam."
"Terlebih jika papan-papan itu dibawa oleh anak-anak kecil, situasi yang sangat memalukan."
Sementara itu Menteri Imigrasi Bob Carr mengatakan papan yang diusung hanyalah usaha dari pihak-pihak yang berusaha melakukan bentrokan antar budaya. Ia meminta masyarakat agar tidak terprovokasi.
"Demonstrasi yang berakhir dengan kekerasan telah mengecewakan saya, tetapi saya berharap, masih ada kesempatan untuk bisa surut segera," ujar Carr kepada ABC Radio National.

Siap siaga

Komisaris Andrew Scipione mengaku pihak kepolisian telah mengetahui soal unjuk rasa ketika mendapatkan pesan pendek dari seorang anggota komunitas muslim.
"Banyak dari pesan yang dikirim kepada kami dari mereka yang resah dengan isi SMS atau Facebook, sehingga mereka menarik perhatian kita," katanya.
Kini, pihak kepolisian Sydney bersiap siaga untuk mengantisipasi jika ada unjuk rasa serupa.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja