Home » » Polisi Australia tahan sejumlah orang setelah protes di Sydney

Polisi Australia tahan sejumlah orang setelah protes di Sydney

Written By R Merah on Rabu, 21 November 2012 | 06.32

Pihak kepolisian di Sydney, Australia, mengatakan 6 orang telah dikenai dakwaan sehubungan dengan protes anti-Amerika di pusat kota Sydney pada hari Sabtu, dan memperingatkan akan dilakukan penahanan lebih lanjut.
Tindak kekerasan tercetus di sekitar Hyde Park, setelah demonstran berkumpul menentang film Amerika yang mengolok-olok Nabi Muhammad, yang telah mengundang kemarahan di dunia Islam.
Paling tidak sudah jatuh sembilan korban jiwa dan puluhan lagi cedera dalam gelombang protes di seluruh dunia gara-gara film 13 menit di internet berjudul Innocence of Muslims itu.
Diantara demonstran di Sydney terdapat paling tidak seorang anak yang membawa poster menyerukan dipenggalnya orang-orang yang menghina nabi.
Dua orang demonstran dan sejumlah polisi cedera dalam bentrokan antara polisi dan demonstran yang memprotes film anti-Islam 'Innocence of Muslims' di luar konsulat Amerika di Sydney.
 
Kepala polisi New South Wales mengatakan, akan diperlukan waktu untuk memeriksa rekaman video dari bentrokan di Sydney itu guna mengidentifikasi orang-orang yang disebutnya "ekstrimis" dan "kriminal".
 
Kepala polisi Andrew Scipione mengatakan, sementara orang berhak untuk memprotes video anti-Islam itu, demonstrasi hari Sabtu itu ditunggangi oleh kaum ekstremis yang ingin mengacau.
 
Sementara itu, Menlu Carr memuji tindakan polisi Australia dalam menghadapi protes hari Sabtu di luar konsulat Amerika di Sydney yang berubah menjadi kekerasan.
 
Menlu Australia Bob Carr menyebut pembuat film kontroversial itu tidak waras.
 
Katanya, pemerintah akan meresponsnya dengan berbicara tenang kepada masyarakat Islam Australia, mengatakan bahwa film itu tidak ada kaitannya dengan pemerintah Amerika dan dibuat oleh seorang individu yang tidak waras.
 
Menlu Carr mengatakan, Australia adalah suatu masyarakat multibudaya yang menerima semua.
 
Ia mengimbau masyarakat Australia agar tidak menyalahkan semua Muslim atas tindakan segelintir kecil orang.
Dalam wawancara dengan ABC Bob Carr mengatakan, segelintir minoritas yang berdemonstrasi itu tidak ada urusan dengan masyarakat Islam yang ia kagumi, dan sebagian isi poster dalam demonstrasi itu memuakkan bagi rakyat Australia, khususnya warga Muslim.
Mariam Veiszadeh, advokat bagi masyarakat Muslim, mengatakan kepada ABC bahwa banyak warga Muslim marah melihat kekerasan di hari Sabtu itu.
Katanya, orang-orang yang bertanggungjawab atas cetusan tindak kekerasan itu samasekali bertetangan dengan tradisi Isla, dan diharapkan kejadian itu tidak merusak lebih lanjut hubungan antara masyarakat Muslim Australia dan masyarakat Australia yang lebih luas.
Sementara itu seorang jurubicara Hizbut Tahrir dari Inggris yang sedang berada di Australia, Taji Mustafa, mengatakan dunia Barat menempuh taktik menakut-nakuti untuk menyebarkan rasa takut terhadap Islam.
Hal itu dikemukakan Taji Mustafa hari Minggu kemarin dalam suatu konferensi di Sydney membahas masadepan masyarakat Muslim menyusul berbagai kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara.
 
Pihak oposisi Australia menghendaki visa Mustafa dicabut karena dikatakan Hizbut Tahrir merestui khotbah yang bernada kebencian.
 
Pemimpin oposisi Tony Abbott mengatakan, seharusnya Taji Mustafa tidak diijinkan masuk Australia.
 
Seruan itu disampaikan Abbott sebelum demonstrasi yang diwarnai kekerasan di Sydney pada hari Sabtu.
 
Akan tetapi Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan, pemerintah tidak mempertimbangkan untuk mendeportasi pemuka Hizbut Tahrir itu.
 
Namun Perdana Menteri Gillard menyatakan terkejut dan gusar bahwa anak-anak diikut-sertakan dalam protes yang diwarnai kekerasan di Sydney hari Sabtu.
 
Gillard terutama prihatin melihat gambar anak-anak membawa poster yang menyerukan dipenggalnya kepala orang-orang yang menghina Nabi Muhammad.
 
Sementara ketua Badan Anti-Diskriminasi New South Wales mengatakan, poster-poster itu tidak bisa diterima.
 
Kata Perdana Menteri Gillard, video anti-Islam yang mengundang kemarahan masyarakat Muslim di seluruh dunia itu memuakkan, tapi tidak bisa dijadikan alasan untuk tindakan kekerasan.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja