Home » » Santri Darul Akhfiya: Kami Bukan Teroris, Kami Penghafal Al Qur?an

Santri Darul Akhfiya: Kami Bukan Teroris, Kami Penghafal Al Qur?an

Written By R Merah on Sabtu, 17 November 2012 | 23.04

NGANJUK, muslimdaily.net - Puluhan anak muda berbaring di atas karpet Kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Nganjuk, Selasa (13/11/2012). Beberapa dari mereka ada juga yang sedang khusuk membaca kitab suci Al Qur'an. Anak-anak muda itu adalah santri Ponpes Darul Akhfiya, yang beralamat di Jalan Puntodewo Desa Kepuh Kecamatan Kertosono.
Mereka ditangkap karena dicurigai sebagai bagian dari gerakan terorisme. Benarkah mereka teroris seperti yang dituduhkan itu?
"Kami bukan teroris. Kami di Darul Akhfiya untuk menghafal Al Qur'an," kata Khoirul (18), santri yang sudah satu tahun belajar di Ponpes tersebut, seperti dilaporkan Itoday.
Khoirul merupakan warga asli Tulungagung. Oleh orang tuanya, ia disuruh belajar di Darul Akhfiya. Menurutnya, tidak ada hal yang aneh saat belajar di kelompoknya itu. Setiap hari, mereka selalu belajar mengaji, lebih spesifiknya menghafal Al Qur'an.
"Darul Akhfiya merupakan Ponpes Tanfidzil Qur'an (pengahafal Al Quran), jadi setiap hari kami diajari mengaji," katanya.
Lantas bagaimana dengan latihan bela diri yang digelar setiap petang? Khorul mengakui, semua santri ikut kegiatan bela diri itu. Akan tetapi, hal tersebut hanya sebagai sarana berolahraga saja, tidak lebih. "Bela diri kan olahraga. Jadi bukan sesuatu yang aneh," tambahnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Jito (19), santri Darul Akhfiya asal Sumbawa. Jito mengaku, sudah satu tahun belajar di Ponpes tersebut. Ia juga keberatan jika kegiatan yang dilakukannya dianggap membuat keresahan di masyarakat. Karena, kata Jito, kegiatan yang ia lakukan hanya mengaji. Sedangkan bela diri, hanya sebagai selingan saja.
"Olahraga bela diri itu hanya untuk kegiatan selingan saja. Kegiatan utamanya ya menghafal Al Quran. Dengan begitu ada keseimbangan antara jasmani dan rohani," katanya sembari menebar senyum.
Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko mengatakan bahwa anggota Gamis (Gabungan Masyarakat Islam) yang ada di Jalan Puntodewo Desa Kepuh Kecamatan Kertosono, Nganjuk sering melakukan latihan lempar pisau. Permainan lempar pisau terkategori sebagai kegiatan terorisme?

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja