Home » , , » Roh Menurut Pandangan Islam Dan Kristen

Roh Menurut Pandangan Islam Dan Kristen

Written By R Merah on Selasa, 08 Januari 2013 | 22.23

Roh (bahasa Arab: روح, ruuh) adalah unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan.

Pandangan Islam

Ruh-ruh manusia ketika berada di alam ruh

Menurut agama Islam, manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah Ta'ala, setelah diciptakan-Nya makhluk lain seperti malaikat, jin (Iblis), alam semesta, hewan (binatang), tumbuhan dan lainnya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya.
Pada persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an di dalam surah Al A'raf, yang berbunyi
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172)
Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia dianggap sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan ajaran yang lurus.

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. QS. al-isra 85

Ruh Manusia

Alqur’an sendiri telah menegaskan, bahwa Ruh itu adalah urusan-Nya, Kita tidak tahu melainkan sedikit, akan pengetahuan manusia.

Ruh ibarat Energi, ruh dalam lafadz arab, berasal dari kata “riih” رياح yang maknanya angin.

Contoh:
Dalam ilmu pengetahuan eksak, gerakan angin itu terjadi karena reaksi energi elektromagnetic, yang terus bergerak, energi elektromagnetic ini dalam unsur atom di sebut elektron yang kita rasakan sebagai energi aliran listrik. Dan ternyata, tiada satupun profesor di dunia yang dapat menjelaskan apakah listrik itu dengan paten, seperti halnya tiada seorang ulama’ yang dapat menjelaskan apakah ruh itu.

Yang kita tahu, hanyalah sebatas pengertian bahwa, ruh itu adalah energi yang dapat menghidupkan benda organik, sedangkan listrik itu adalah energi yang dapat menghidupkan benda anorganik.

Jadi, ruh itu bukanlah seperti di film atau yang biasa di sebut oleh orang kristen yang mengatakan bahwa allah itu roh yang berbentuk bayangan, atau asap, sungguh berlepas diri tentang hal itu.

Begitu juga listrik, bukan lah petir yang berapi, terang, seperti dalam gambar, itu hanyalah reaksi percikan api, yang panas, sedangkan listrik sendiri tidak berwarna, tidak terlihat, juga bukan kalor atau panas.

Kesimpulanya

RAGA itu di kendalikan oleh AQAL dan NAFSU yang terletak dalam QOLBU yang dapat hidup karena ada RUH dengan KUASA Allah 

Pandangan Kristen

Roh atau roh ( Ibrani רוח baca: ru-ach ) adalah unsur ketiga yang membentuk kehidupan manusia. Paulus menyebutkan bahwa manusia terdiri dari tiga unsur: roh, jiwa dan tubuh (1 Tes 5:23). Unsur tubuh jasmani adalah wadag yang dapat kita raba, jiwa disebut juga nyawa ada di dalam darah, sedangkan unsur ketiga yaitu roh adalah yang memberi manusia kesadaran. Tubuh jasmani dapat binasa, tetapi roh manusia bersifat kekal.

Allah adalah Roh

Kepercayaan Kristen mengakui bahwa Allah adalah Roh (Yohanes 4:24). Yesus Kristus menyebut Allah sebagai bapa Bapa sehingga dalam pemahaman Kristen, maka Bapa juga adalah Roh.

Roh Kudus

Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, atau Roh TUHAN itu sendiri. Roh Kudus tidak diciptakan, melainkan keluar dari Bapa (Yohanes 15:26). Roh Kudus hanya satu, namun dapat sekaligus memenuhi sejumlah besar manusia dan memberikan rupa-rupa karunia Roh (1 Korintus 12:4)

Arwah

Arwah adalah roh manusia yang sudah meninggal dunia. Kristen mempercayai bahwa setiap arwah orang benar, ketika mereka meninggal, arwahnya ditempatkan oleh Malaikat Tuhan ke Firdaus Allah yaitu ke pangkuan Abraham(Lukas 16:23), sedangkan orang yang tidak benar maka arwahnya akan ditempatkan di Hades.

Roh-roh jahat

  • Iblis disebut juga Satan dipercayai Kristen sebagai seorang pribadi roh (tunggal, bukan jamak) yang berasal dari penghulu malaikat yang memberontak kepada Allah, lalu diusir dari Sorga.
  • Setan-setan yang juga disebut roh-roh jahat bermakna banyak, adalah sepertiga jumlah malaikat yang terpengaruh Iblis, ikut memberontak, dan lalu diusir dari Sorga, dan dijatuhkan ke Bumi. Baik Iblis maupun roh-roh jahat mempunyai kecenderungan menggoda umat manusia supaya berbuat dosa agar kelak mendapat hukuman Tuhan di Neraka setelah Hari Penghakiman
Menurut KBBI online yang merefleksikan gagasan penguasa mengenai definisi kata “roh”, kata “roh” bermakna sebagai berikut:
roh n 1 sesuatu (unsur) yg ada dl jasad yg diciptakan Tuhan sbg penyebab adanya hidup (kehidupan); nyawa: jika — sudah berpisah dr badan, berakhirlah kehidupan seseorang; 2 makhluk hidup yg tidak berjasad, tetapi berpikiran dan berperasaan (malaikat, jin, setan, dsb); 3 ki semangat; spirit: kedamaian bagi seluruh warga sesuai dng — Islam;
Kudus Rohulkudus
Menurut kode bahasa umum yang digunakan dalam bahasa Indonesia formal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roh adalah ciptaan atau roh adalah makhluk.
Berbeda dengan kode bahasa resmi yang digunakan dalam KBBI online, kode bahasa LAI, sebagaimana yang digunakan oleh Alkitab terjemahan bahasa Indonesia terbitan LAI, kata “ruh” dapat merujuk kepada makhluk (ciptaan), seperti ruh manusia, ruh jahat, ruh di udara, dsb; selain itu, kata “Ruh” juga dapat merujuk kepada bukan makhluk (bukan ciptaan), seperti merujuk ke substansi Allah atau wujud Allah. Penyebab dari hal ini adalah karena kata “ruh” digunakan untuk menerjemahkan kata πνευμαpneuma‘ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוחaħ‘ (Alkitab bagian Perjanjian Lama). Kedua kata dari Alkitab bahasa asli tersebut dapat merujuk kepada makhluk (ciptaan), seperti ruh manusia, ruh jahat, ruh di udara, dsb; tapi kata “Ruh” juga dapat merujuk kepada bukan makhluk (bukan ciptaan), seperti merujuk ke substansi Allah atau Dzat Allah.
Perbedaan kode bahasa khusus LAI dengan kode bahasa umum KBBI online menyebabkan Alkitab terjemahan LAI relatif sulit dipahami oleh masyarakat non-pengguna kode bahasa LAI. Alangkah lebih baik bila LAI menerjemahkan Alkitab dengan kode bahasa umum Indonesia yang mudah dipahami oleh masyarakat, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, atau kalau pun tidak, perlu mencantumkan kamus istilah dalam Alkitab terjemahannya.
Bila menggunakan kode bahasa umum, maka kata πνευμαpneuma‘ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוחaħ‘ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) sebaiknya diterjemahkan dengan kata “dzat”, yang punya makna yang serupa dengan kata πνευμα ‘pneuma’ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוח ‘rûaħ’ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) saat merujuk ke substansi atau wujud Allah. Penulisan kata “dzat” (dengan huruf “d”) perlu digunakan untuk membedakannya dari kata “zat” (tanpa huruf “d”). Kata “zat” (tanpa huruf “d”) merujuk ke zat dalam ilmu fisika, seperti zat cair dan zat padat. Sementara kata “dzat” adalah substansi atau wujud Allah yang sama sekali berbeda makna dengan kata “zat”.
Penulisan kata “dzat” (dengan huruf “d”) perlu digunakan untuk membedakannya dari kata “zat” (tanpa huruf “d”) untuk meminimalkan resiko salah paham dari masyarakat umum Indonesia yang asing dengan kode bahasa khusus LAI. Dengan kode bahasa yang umum, sejenis dengan yang digunakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kesimpulan
Penyebab istilah “Roh Kudus” dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia LAI sulit sekali dipahami oleh masyarakat pengguna kode bahasa umum adalah karena kata “roh” dalam kode bahasa umum KBBI online berarti ciptaan atau makhluk, sedangkan kata “roh” dalam kode bahasa khusus LAI dapat berarti ciptaan atau makhluk bila merujuk ke manusia, malaikat, roh jahat; tapi juga dapat berarti bukan ciptaan atau bukan makhluk, bila merujuk kepada substansi Allah atau wujud Allah. Agar Alkitab terjemahan LAI mudah dipahami oleh masyarakat luas pengguna kode bahasa umum, maka LAI perlu menerjemahkan Alkitab menggunakan kode bahasa umum. Praktisnya, kata πνευμα ‘pneuma’ (Alkitab bagian Perjanjian Baru) dan kata רוח ‘rûaħ’ (Alkitab bagian Perjanjian Lama) diterjemahkan “ruh” saat merujuk ke ruh manusia,  dan diterjemahkan “dzat” saat merujuk ke substansi atau wujud Allah.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Raa Pramuja | Adam Pramuja | Putra Darma Ayu
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Raa Pramuja - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja