Home » , , » Tafsir Ali Imran (3) Ayat 55 : Allah Mengangkat Nabi Isa Kepada-Nya

Tafsir Ali Imran (3) Ayat 55 : Allah Mengangkat Nabi Isa Kepada-Nya

Written By R Merah on Senin, 22 April 2013 | 11.51

Al-'Imran (3)  No. Ayat : : 55

إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

idz qaalallaahu yaa 'iisaa innii mutawaffiika waraafi'uka ilayya wamuthahhiruka minalladziina kafaruu wajaa'ilulladziina ittaba'uuka fawqalladziina kafaruu ilaa yawmi lqiyaamati tsumma ilayya marji'ukum fa-ahkumu baynakum fiimaa kuntum fiihi takhtalifuun


[3:55] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

[3:55] And when Allah said: O Isa, I am going to terminate the period of your stay (on earth) and cause you to ascend unto Me and purify you of those who disbelieve and make those who follow you above those who disbelieve to the day of resurrection; then to Me shall be your return, so l will decide between you concerning that in which you differed.

TAFSIR IBNU KATSIR

Para Ahli Tafsir berbeda pendapat mengenai Firman Allah Ta'ala ":
 إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ
"Sesungguhnya Aku akan menyampaikanmu pada akhir ajalmu dan mengangkat mu kepadaKu".

Menurut Qatadah dan ulama lainnya berkata :"Ini merupakan bentuk kalimat dalam bentuk muqaddam dan muakhkhar (yaitu bentuk kalimat yang  mendahulukan apa yang seharusnya ada di akhir dan mengakhirkan apa yang seharusnya didahulukan). Kedudukan sebenarnya adalah  "Aku mengangkatmu kepadaKu dan mewafatkanmu " yaitu setelah itu.

Ali bin Abu Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata," إِنِّي مُتَوَفِّيكَ artinya "Aku mematikanmu".

Mayoritas Ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kematian tersebut adalah tidur, sebagaimana firman Allah :"وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ "Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari" (Quran Surah Al-Anaam ayat 60).

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا   Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; (Quran Surah Az-Zumar ayat 42)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam jika bangun tidur berdoa :

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا

lhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana

Artinya :
Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku

Allah berfirman :

وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَاناً عَظِيماً

4.156. Dan karena kekafiran mereka (terhadap 'Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً

4.157. dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.

بَل رَّفَعَهُ اللّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزاً حَكِيماً

4.158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat 'Isa kepada-Nya . Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

وَإِن مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيداً
4.159. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya ('Isa) sebelum kematiannya . Dan di hari kiamat nanti 'Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (Quran Surah An-Nissaa ayat 156-159)

Dhamir (kata ganti) nya pada Firman Allah Qabla mautih yaitu kembali kepada Isa alaihisalam artinya tidak seorang pun ahlul kitab melainkan akan beriman kepada Isa pada saat turun ke bumi kelak, sebelum Kiamat, sebagaimana akan dijelaskan. Maka pada saat itu , semua ahlul kitab akan mempercayainya , karena ia menghapuskan jizyah, dan tidak menerima kecuali Islam.

Firman Allah :" وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ " Serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir" yaitu dengan AKU mengangkatmu ke langit.

وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ "dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat." Demikian itulah yang terjadi. Sesungguhnya ketika Isa Al Masih alaihisalam diangkat Allah ke langit, sahabat-sahabatnya tercerai-berai menjadi beberapa golongan.Ada yang beriman kepada apa yang dibawanya bahwa ia adalah hamba dan RasulNya serta anak dari seorang hamba-Nya. Di antara mereka ada juga yang berlebih-lebihan menyanjungnya hingga menjadikannya sebagai anak Allah, ada yang menganggapnya ia adalah Allah, dan ada yang mengatakan bahwa ia bagian dari Trinitas.

Allah Ta'ala telah mengisahkan kepada kita tentang ucapan mereka itu dalam Al Qur'an dan membantah setiap kelompok. Namun mereka tenggelam dalam kondisi seperti itu selama hampir 300 tahun, hingga akhirnya muncul di tengah-tengah mereka seorang Raja Yunani bernama Constantine , yang memeluk agama Nasrani. Ada juga yang mengatakan langkahnya untuk masuk Nasrani sebagai cara licik untuk merusaknya. Karena ia adalah seorang filosof. Ada juga yang mengatakan, hal itu terjadi karena ia tidak memahami agama itu. Maka Constantine pun mengubah, menambah dan mengurangi beberapa ketetapan yang ada dalam agama 'Isa. Selanjutnya ia membuat Undang-Undang dan AManah Agung untuk agama Nasrani, yang sebenarnya hanya merupakan pengkhianatan hina.

Pada zamannya, daging babi itu dihalalkan, mereka shalat mengikuti Constantine dengan menghadap ke timur. Dan Gereja, tempat-tempat ibadah , serta biara di isi dengan patung yang menyerupai Isa. Selain itu COnstantine menambah ibadah puasa mereka sebanyak 10 hari sebab dosa yang ia lakukan, menurut anggapan mereka. Akhirnya agama Isa Almasih menjadi agama Constantine. Ia membangunkan gereja, biara dan tempat ibadah lainnya berjumlah 12.000. Selain itu ia juga membangun sebuah kota yang diberi nama sesuai nama dirinya, KONSTANTINOPEL. Dalam melakukan semuanya itu, ia menekan orang Yahudi., Allah telah memberikan kekuatan kepadanya atas mereka karena dia lebih dekat dengan kebenaran daripada orang-orang Yahudi, meskipun pada dasarnya mereka semua adalah kafir. Semoga laknat Allah atas mereka.

Ketika Allah mengutus Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam, maka orang yang beriman kepada beliau, pasti beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan Rasul-RasulNya dengan cara yang benar. Maka mereka itulah pengikut semua Nabi yang ada di muka bumi, karena mereka membenarkan Rasul , Nabi buta huruf yang berasal dari bangsa Arab, penutup para Rasul, dan junjungan seluruh keturunan anak Adam, secara mutlak, yang mengajak mereka untuk membenarkan segala yang Haq. Maka mereka pulalah yang lebih dekat dengan setiap Nabi daripada ummat Nabi itu sendiri yang mengaku mengikuti agama dan jalannya nabinya, serta mereka telah menyelewengkan dan mengubah ajarannya. Kemudian, walaupun tidak terjadi perubahan dan penyelewengan itu, sesungguhnya Allah telah menghapuskan syariat seluruh Rasul dengan apa yang dibawa oleh Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam, berupa agama yang haq yang tidak dapat diubah oleh siapapun hingga hari kiamat kelak dan tetap akan tegak , dibela dan menang atas semua agama.

Oleh karena itu Allah membukakan bumi belahan barat dan timur bagi para sahabat beliau, hingga mereka berhasil menundukkan segala kerajaan, menaklukkan seluruh negeri dan mematahkan Kisra (kerajaan Persi) dan Kaisar Kerajaan Romawi serta merampas semua kekayaan mereka untuk selanjutnya mereka nafkahkan di jalan Allah, sebagaimana yang telah diberitahukan Nabi mereka sendiri, sesuai dengan Firman Allah :
An-Nur (24)  No. Ayat : : 55

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ 

" Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik"

Oleh karena itulah , tatkala mereka benar-benar beriman kepada Al-Masih , maka mereka dapat merampas dari orang-orang Nasrani negeri Syam serta memaksa mereka masuk ke Romawi, lalu bertahan di kota mereka, Konstantinopel. Dan Islam bersama pemeluknya akan senantiasa berada di atas mereka sampai hari Kiamat kelak.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : R Merah
Proudly powered by R Merah
Copyright © 2011. R Merah - All Rights Reserved
Template Design by Raa Pramuja Published by Adam Pramuja